
KUTACANE // Ujungmata – 15/03/2026, Pembina Tim Keamanan SAH (Tim Sah)Aceh Tenggara secara resmi menyatakan keberatan dan mengecam keras pernyataan oknum wartawan dari media Inakor yang menyebut Bupati Aceh Tenggara, HM. Salim Fakhry, SE, MM, sebagai “pembohong” dalam pemberitaannya baru-baru ini.
Pembina Tim Keamanan SAH (Tim Sah)Aceh Tenggara, Samsudin Tajmal dalam keterangannya menilai bahwa tuduhan tersebut merupakan bentuk pembunuhan karakter (character assassination) dan pelanggaran nyata terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
“Kami sangat menyayangkan adanya narasi yang menghakimi dan menyerang pribadi kepala daerah tanpa didasari fakta hukum yang valid,Sebutan ‘pembohong’ adalah opini yang menghakimi, bukan karya jurnalistik yang berimbang,” ujar Samsudin Tajmal di Kutacane.
Pembina Tim Keamanan SAH menekankan beberapa poin penting terkait tuntutan mereka:
1.Desakan Pencabutan Pernyataan: Pembina Tim Keamanan SAH mendesak wartawan dan redaksi Inakor.id untuk segera mencabut pernyataan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Bupati Aceh Tenggara serta masyarakat luas dalam waktu 2×24 jam.
2.Pelanggaran Kode Etik: Mengingatkan bahwa Pasal 1 dan Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik mewajibkan wartawan untuk bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beriktikad buruk,Penggunaan diksi yang menghina secara personal dianggap telah melampaui batas kritik konstruktif.
3.Langkah Hukum:
Apabila desakan ini tidak diindahkan, Pembina Tim Keamanan SAH mendorong pihak-pihak yang dirugikan untuk melaporkan kasus ini ke Dewan Pers dan mempertimbangkan langkah hukum sesuai dengan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers serta UU ITE terkait pencemaran nama baik.
Pembina Tim Keamanan SAH menegaskan dukungannya terhadap kebebasan pers di Aceh Tenggara, namun kebebasan tersebut harus dibarengi dengan tanggung jawab moral dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
“Kritik terhadap kebijakan pemerintah sangat diperlukan untuk kemajuan daerah, namun kritik tersebut harus berbasis data dan tetap mengedepankan etika kesopanan, bukan justru menebar kebencian atau fitnah,” pungkasnya.
Red…

Tinggalkan komentar